Posted in Travel

Vietnam Day 4-5 [Hoi An-Da Nang]

Perjalanan dari Nha Trang ke Hoi An membutuhkan waktu sekitar 10-11 jam dengan bus. Salah satu tujuan road trip gw kali ini juga mau mencoba bus malam di Vietnam, dan rute ini menjadi pilihan gw. Untuk bus malam gw masih pake jasa yang sama dai Sinh Tourist, busnya nyaman banget dan gw juga dapet posisi kesukaan gw dipinggir jendela. Selama di perjalanan malem gw bisa tidur dengan nyenyak banget dan sampe di kota Hoi An masih pagi buta banget. Sampe di pool Sinh Tourist di kota ini tempatnya tutup dan si bis nurunin penumpangnya di depan pool bus. Pas liat jam masih pagi buta banget awalnya kita bingung mau kemana karena yang ada di pikiran gw sebelumnya, gw pikir it’s oke sampe pagi buta pasti banyak traveler lain juga kan, dan gw berencana nongkrong di si tempat bus bisa cuci muka dll nunggu pagi agak terang dikit, ehh ternyata tempatnya tutup. Jadi kita mutusin untuk langsung menuju penginapan aja siapa tau bisa early check in atau numpang duduk di lobby. Lagi-lagi dengan jalan kaki, dengan jarak yang gak terlalu jauh sih tapi beneran sueepiiii banget masih gelep banget dan seperti belum ada tanda-tanda kehidupan sepanjang gw jalan ke penginapan.

Sampe penginapan kita malah bingung lagi karena lobby pun masih gelap dan tak terlihat resepsionis yang berjaga. Akhirnya kita ngemper aja di depan hotel sampai pagi pas ada petugas hotelnya yang lewat (dan ternyata di meja resespsionis ada mbak-mbaknya yang tidur disana. Akhirnya kita numpang ke kamar mandi untuk beberes dan cuci muka lalu menitipkan barang-barang di resepsionis dan cus lanjut keluar lagi karena kita baru akan check in siang harinya.

Setelah mulai ada sinar matahari gw bisa melihat keindahan kota Hoi An ini. Hoi An penuh dengan warna kuning, bangunan-bangunan yang ada serba kuning dan semuanya terlihat cantik. Disini gw melihat perubahan dari pagi buta yang masih gelap, lalu penduduk lokal mulai beraktivitas di pagi hari sampai gak lama kemudian banyak penjaja makanan yang mulai berjualan dan para wisatawan yang mulai banyak, ada yang berkelompok, ada pula yang sendiri atau berdua dan mulai potret sana sini.

Morning’s vibe

Hoi An memang touristy banget tapi very recommended untuk dikunjungi kalau ke Vietnam Tengah. I love this yellow vibe!! Seharian muterin kota ini dan besoknya lanjut lagi ke kota lainnya Da Nang. Setelah survey mau naik apa ke Da Nang akhirnya kita memutuskan untuk pakai jasa sewa mobil untuk city transfer di Klook. Harganya affordable banget apalagi karena sebelumnya sempet pesen di Klook jg setelah kasi review bisa dapet poin yang bisa dipake buat potongan harga di pemesanan sebelumnya. Dari Hoi An ke Da Nang jaraknya cukup dekat, gak sampai 2 jam kita udah sampai di Kota Da Nang. Da Nang ini juga kota pesisir di Vietnam Tengah yang memang sedang naik daun dengan obyek wisata Ba Na Hills-nya.

Sampai di Da Nang setelah check in hotel kita langsung menuju Ba Na Hills sore harinya. Untuk tiket Ba Na Hills kita beli pas di Hoi An masih dengan Klook. Untuk menuju Ba Na Hills ada beragam transportasi yang bisa dipilih dan kami memilih dengan shuttle bus gratis yang disediakan untuk berangkat dari Asia Park. Ba Na Hills ini lagi ngehits banget, kompleks wisata yang bergaya eropa dan yang pasti penuh adalah di spot Golden Bridge-nya. Beruntung banget udah pesen tiker sebelumnya via Klook karena sampe sana kami gak perlu antri panjang lagi langsung masuk cukup dengan scan barcode dari e-voucher yang tesimpan di handphone. Kompleks Ba Na Hills ini luas banget dan terdiri dari beberapa spot yang untuk bisa kesana dari gerbang utama kami langsung disuguhkan rute cable car. Puas banget naik cable car disini, cuma karena gw kesini ambil jam sore-malem jadi untuk atraksi wahana udah pada tutup. Padahal pengen banget nyobain Alpin Coaster disini. Maybe next time hehe. Malemnya pulang dari Ba Na Hills ke Da Nang kami masih menyempatkan diri mengunjungi dragon bridge. Cakep juga pas malem karena dihiasi lampu-lampu dengan warna yang berubah-ubah.

Esok harinya sambil menunggu penerbangan ke Hanoi di sore hari, kami mengunjungi pantai Da Nang dan jalan-jalan di sekitaran pusat kota Da Nang dianterin abang-abang grabbike. Sore harinya kami pun melanjutkan flight ke Hanoi, dengan drama beberapa kali schedule terbang diubah oleh maskapai LCC Vietnam yang kami pesen, dan another kejadian yang bikin dagdigdug di airport. Jadi selama di Vietnam gw gak bawa koper melainkan satu carrier gede yang kalo ditimbang lumayan berat sampe 11 kilo. Nah yang gw gak tau sebelumnya kalo si maskapai LCC ini lumayan strict juga ama bagasi. Satu persatu tas yang belum ada tag maskapai ditimbang sesaat sebelum boarding dan ada penumpang lain yang mungkin barisannya sekitar lima orang sebelum gw kena cegat karena over bagasi kabin. Ngeliatnya gimana gak makin dag dig dug jatah 7 kilo ini bawaan 11 kilo. Alhamdulillah pas giliran gw lewat si mbaknya cuma masang tag aja gak disuruh turunin ini tas carrier, sementara temen gw yang bawa koper tetep ditimbang. Mungkin mbaknya berpikir bawaan gw gak berat kali ya karena mungkin gw terlihat sok enteng dengan badan gw yang kecil ini 😀 Another lucky day in Vietnam.

Posted in Travel

Vietnam Day 1-3 [Nha Trang-Dalat-Mui Ne]

VIETNAM. Negara ini adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang pengen banget gw kunjungi. Kenapa? Karena menurut gw sekali berkunjung kesini ada berbagai macam tempat yang bisa dikunjungi. Cocok buat road trip yang panjang dan karena gw suka leisure trip yang nyantai, gak diburu-buru kaya ikut travel tour, atur jadwal sendiri akhirnya setelah nemu travelmate buat travel keluar indo kami langsung mutusin Vietnam lah tujuannya. Selama 10 hari di Vietnam perjalanan gw mulai dari Vietnam Selatan menuju Vietnam Utara.

Kalo nyebutin Vietnam Selatan rata-rata traveler mulai dari kota Ho Chi Minh di selatan, tapi berhubung waktu gw di Vietnam cuma 10 hari (iya cuma..meskipun kalo gw cerita orang pada nanya ngapain sampe 10 hari disana) tapi setelah coba utak atik itinerary diputuskan kalo ada beberapa kota yang harus di-skip karena waktunya gak cukup kalo mau pergi ke semua tempat di list gw. Akhirnya dengan berat hati kota Ho Chi Minh di Vietnam Selatan dan kota Hue di Vietnam tengah musti gw coret dari list gw. Seumur-umur gw travelling baru ini bikin itinerary yang cukup detail. Karena kali ini gw berencana untuk ke beberapa kota jadi musti prepare untuk jadwal bus antar kota biar kesampaian semua tempat yang mau dituju.

Kota pertama yang gw kunjungi di Vietnam adalah Nha Trang, sebenarnya di kota ini gw cuma numpang landing di bandara Camh Ranh karena gw dapet flight murah AA dari Kuala Lumpur. Keuntungan dari travelling di jaman yang udah serba mudah ini adalah layanan transportasi yang bisa diakses dengan mudah. Sewaktu masih di bandara KL gw udah booking airport transfer via Klook untuk tujuan Camh Ranh-pusat kota Nha Trang. Setelah survey sebelumnya ternyata harga yang ditawarkan di Klook ini cukup murah kalo dibandingkan dengan pesen dari layanan Grab Car. Cukup menghemat waktu jg dibandingkan naik airport bus karena kita dari bandara mau langsung lanjut ke Kota Dalat dengan layanan bus antarkota yang kita ambil di Sinh Tourist. Jadi di Sinh Tourist ini kita bisa langsung booking untuk multiple city, tujuan dan jam yang mau kita ambil dan sampai di pool bus kita tinggal tunjukin aja tuh tiket untuk dituker dengan nomor kursi dan air mineral.

Pool bus Sinh Tourist ini juga letaknya cukup strategis di setiap kota jadi buat gw rekomen untuk jasa bus ini (gw gak bisa compare dengan layanan bus sejenis karena gw cuma pake layanan bus ini aja). Kira-kira jam 11.30 sampe di bandara Camh Ranh, gw langsung menuju pool bus untuk tujuan Dalat jam 13.00, bener-bener cuma numpang lewat aja di Nha Trang. Kesan yang terlihat di sepanjang perjalanan di Nha Trang yaitu kota ini adalah kota yang sepertinya masih akan dikembangkan kedepannya karena kota ini berada di pesisir dengan pesona wisata yang ditawarkan adalah pesisir pantai yang puanjaang dan gw masih melihat pembangunan gedung-gedung yang masih terus berjalan.

Setelah 4 jam di perjalanan, sampailah gw di kota Dalat. Untuk menuju penginapan gw tinggal jalan kaki dari tempat Sinh Tourist. Kesan di penginapan pertama gw puas banget dengan harga dibawah 200ribu udah dapet fasilitas dan pelayanan yang oke banget, tempat strategis pula. Wow. First day in Vietnam sungguh tidak mengecewakan dan Dalat langsung jadi salah satu kota favorit gw di Vietnam karena gw suka udaranya yang sejuk, dingin dan bertemu dengan orang yang ramah disini.

Menurut gw masyarakat lokal di Vietnam ini meskipun jarang yang bisa berbahasa Inggris tapi gw salut banget sama effort mereka, mereka gak pernah langsung nolak kalau ada tourist bertanya dengan bahasa inggris dan mereka gak bisa jawab. Pengalaman gw, untuk anak muda yang sempet gw tanya mereka memanfaatkan technology yaitu Google Translate untuk berusaha membantu. Satu pengalaman yang makin bikin gw percaya kalau masih ada orang baik dimana-mana adalah saat jalan di malam hari di Dalat dan gw bertanya tentang food street disana. Karena gw muslim dan musti berhati-hati dengan makanan jadi kalau lagi pengen food street yang menarik musti mastiin bahan apa aja yang dipake. Disini gw ketemu penjual yang gak bisa bahasa inggris, lalu gak lama ada orang yang menghampiri masih lengkap dengan helm dan jas hujannya. Ternyata dia bisa bahasa Inggris lalu dia dengan ramahnya ngejelasin makanan itu terbuat dari apa aja dan bahkan nanyain ke penjualnya dia gorengnya pake vegetable oil atau tidak. Setelah bantuin dia lanjut pergi dengan motornya yang diparkir gak jauh dari sana. Bener-bener di hari pertama udah ketemu orang baik disini. Malam pertama gw dihabiskan dengan kopi vietnam, jalan-jalan di seputaran night market dan Cho Dalat (pasar Dalat).

Next day tujuan di Dalat adalah mengunjungi Crazy House. Tempat ini kayanya adalah must visited place in Dalat karena arsitekturnya yang unik dan pas gw kesana masih terus dikembangkan dengan pembangunan yang masih berjalan. Sebelum kesana karena Vietnam terkenal dengan kopinya, gw mengunjungi Cafe Ba Nam yang cukup terkenal dengan lokal kopinya dan menjadi favorit warga lokal jg.

Siangnya we moved into the next city. Masih dengan bus Sinh Tourist (dan ternyata dengan bapak driver yang sama) kita melanjutkan perjalanan ke kota Mui Ne. Dari kota yang lumayan sejuk kali ini pindah ke kota pesisir yang panas. Ya Mui Ne di pinggir pantai banyak seafood pula jadi gw gak khawatir soal makanan di kota ini. Beda dengan dalat yang kalo mau ke tempat jauhan dikit bisa pesen grabcar, disini gak ada grabcar tapi banyak banget taksi lokal. Pas pertama turun di pool Sinh Tourist dengan bodohnya kita memilih untuk jalan kaki ke penginapan, memang jalannya tinggal lurus aja tapi ternyata lumayan gempor juga 2km sambil membawa beban tas yang lumayan berat dan kondisi laper. Awalnya gw menghindar dari tawaran taksi karena begitu turun langsung banyak yang ngerubutin, eh ternyata malemnya cobain nyetop taksi lokal buat cari makan ternyata taksinya pake argo dan harganya murah meriah aja, kalo dikonversi ke idr gak sampe 10ribuan naik taksi berdua (tau gituu kan tadi gak pake jalan kaki hehee).

Wisata di Mui Ne ini kita milih untuk pake jasa private tour di Trip Advisor, uda pesen sebelumnya. Jadi udah ada paketan buat Jeep Tour ke Red Sand Dunes, White Sand Dunes, Fishing Village dan Fairy Stream. Paket tersedia untuk Sunrise Tour atau Sunset Tour. Untuk ikutan sunrise tour pagi-pagi buta gw uda bangun dan siap cuss, tapi nungguin si jeep kok gak dateng-dateng yah jemput. Selama nungguin di pinggir jalan gw liat banyak jeep lain yang lewat sampe gw ngerasa ini jeep kita kok lama banget ya ntar kesiangan pula. Akhirnya setelah coba kontak si travel tournya (yang katanya supir jeep uda nungguin di depan tapi dilihat kagak ada) akhirnya nongol juga jeep kita. Lumayan juga perjalanan ke white sand dunes dan seperti halnya ikut tour begitu sampe di satu tempat di driver ngingetin berapa lama maksimal kita di satu tempat biar cukup waktu ke tempat lainnya.

Kesan gw di kota ini lumayan oke untuk Sand dunes nya yang keren dan jarang ditemui di tempat lain, tapi kalo untuk hal lainnya biasa aja. Kota ini tipe kota yang kalo buat gw cukup tau aja, cukup pernah kesini dan bukan tujuan yang gw pengen dateng lagi untuk kedua kalinya. Dan ah ya, di Mui Ne ini hampir sepanjang jalan baik tempat makan, toko souvenir, travel tour, penginapan sering sekali ditemui plang-plang di pinggir jalan dengan huruf Rusia dan ternyata ini karena Mui Ne dan Nha Trang sering menjadi tujuan wisata tourist dari Rusia saat di negaranya sedang summer. Jadilah karena mayoritas banyak turis Rusia kesini bahasa Rusia pun bertebaran di sepanjang lokasi wisata.

Siang hari menuju sore kita udah siap di pool bus lagi untuk melanjutkan perjalanan..kembali lagi ke kota Nha Trang untuk naik bus malam ke kota Hoi An di Vietnam Tengah. Byee South Vietnam…

Posted in Travel

Street Food Tour and Shopping [Korea Day 8-9]

Menjelang hari-hari terakhir di Korea saatnya mengumpulkan barang dagangan, titipan dan oleh-oleh. Salah satu tujuan wisata ke Seoul adalah wisata belanja yang katanya skin care dan kosmetik produk korea murah meriah dan jadi inceran cewe-cewe masa kini. Karena alasan ini juga gw terima titipan dari temen-temen maupun jastip online, lumayan lah tambahan duit buat liburan hehe. Karena gw bukan cewe yang doyan skin care-an jadi gw gak tau produk ama yang rekomen atau yang mau gw cari buat diri sendiri. Jadilah isi koper mayoritas barang titipan dibandingkan oleh-oleh dan yang gw beli buat diri sendiri.

Guest House tempat gw menginap di daerah Hoehyeon yang deket sama Myeongdong. Jadinya beberapa hari sebelumnya udah sempet muter-muter Myeongdong survey harga, ambil sampel gratisan dan nyobain street food di sekitar Myeongdong. So di hari kedelapan kita santai-santai sambil jalan-jalan di sekitaran guest house yang deket-deket aja.

Hari terakhir di Seoul, sebelum ke bandara gw jg masih sempetin jalan pagi di sekitaran Apgujeong dan Gangnam Street. Meskipun ternyata sampai disana gerimis-gerimis manja tapi tetep aja gw jalan menyusuri daerah ini yang juga daerahnya beberapa agency entertainment di Korea. Bye bye Seoul..It was a very great experience I can visit this city.

Posted in Travel

One Fine Day in Busan [Korea Day 7]

Busan. Alasan trip ke korea kali ini menyempatkan ke Busan walau cuma sehari adalah karena gw punya temen yang lagi lanjut kuliah di Busan. Jadi bisa berkunjung sekaligus nyobain KTX dari Seoul-Busan. KTX dari Seoul ke Busan di tempuh dalam waktu sekitar 2 jam dengan biaya KRW 72.000 untuk 1 day pass yang kami beli. Cukup mahal emang tapi it’s worth to try lah mumpung lagi kesini kan.

Sampai di Busan, tujuan pertama adalah ke Gamcheon Cultural Village. Desa wisata ini terkenal dengan desa warna warninya yang cantik dipandang mata. Bagi yang suka jalan sambil main, di pintu masuk Gamcheon ini bisa membeli Maps seharga KRW 2000 dan disana ada sedikit ‘tantangan’ untuk mengumpulkan stamp. Jadi di sekitar desa wisata yang cukup luas ini ada beberapa tempat yang beberapa tersembunyi dan beberapa tempatnya mudah dicari, kita bisa cari stamp disana lalu kumpulkan cap tadi di maps yang kita bawa. Gw gak tau sih reward apa yang didapet di pintu keluar kalo berhasi ngumpulin semua stamp ini. Karena gw sendiri cuma ngumpulin beberapa dan sempet dapet postcard gitu dan karena udah gempor jalan jauh gw gak keluar sampai pintu keluar sesuai maps, tapi muter-muter foto-foto dan jajan lalu kembali ke pintu masuk tadi.

Gamcheon Culture Village

Setelah lumayan lelah berjalan next destination adalah Haeundae Beach. Pantai yang terkenal di Busan ini dengan hamparan pasir putihnya dengan background gedung-gedung tinggi. Seperti biasa karena tempatnya yang touristy setiap saat sepertinya tempat ini tak pernah sepi. Namun dari yang gw lihat setelah beberapa hari di Korea, rata-rata tempat wisatanya bukan hanya penuh oleh tourist saja melainkan menjadi favorit untuk warga lokal juga. Seperti yang sebelumnya gw lihat di pinggiran sungai Han, Namsan Tower, dan kali ini di Pantai Haeundae, banyak sekali warga lokal yang terlihat sedang menikmati leyeh-leyeh santai bersama teman maupun keluarga. Terlihat bahagia, mungkin itu cara mereka melepas kepenatan karena dari cerita yang gw dengar, hidup disana itu persaingannya tinggi, tuntutan dan tekanan dari sana sini jadi kayak hidupnya gak nyantai gitu dehh.

Malamnya masih di pinggiran Haeundae, kami pun ngopi-ngopi cantik di cafe disana sambil menikmati pemandangan pantai di malam hari dengan view jembatan dengan lampunya yang menyala di malam hari. Katanya sih kalo mau berkunjung kesini pas event firework yang digelar setahun sekali, disini bisa melihat kembang api cantik di udara di pinggiran Haeundae Beach. Dan sehari di Busan pun berakhir dengan kami menaiki KTX terakhir di malam itu untuk kembali ke Seoul. Bye Busan..hope i can see you again someday!

Posted in Travel

Namsan Tower [Korea Day 6]

Pergi ke Korea, rasanya belum lengkap kalau belum mengunjungi menara yang satu ini. Gimana enggak, dari beberapa tempat yang kita kunjungi, mulai dari bukchon hanok village sampai banpo bridge Namsan Tower selalu terlihat dari kejauhan. Belum lagi kami menginap di daerah Hoehyeon yang setiap hari menara ini terlihat pas kami keluar penginapan. Jadi, kami mempersiapkan hari ini khusus buat ngunjungi tempat ini.

Sebelum mengunjungi Namsan, siang harinya kami mengunjungi Bongeunsa Temple (ya siangnya, karena trip santai paginya kami masih gegoleran istirahat di guest house. Muter sejenak melihat kuil Buddha disini, lalu kami masuk ke COEX Mall yang terletak di seberang temple. Ngadem sekaligus pengen tau isi mall di Korea, hehee.

Sorenya, waktu untuk ke Namsan. Untuk menuju Namsan Tower ini ada dua cara pilihan yaitu yang pertama kita bisa menaiki cable car, atau dengan menggunakan bis. Kami memilih untuk mencoba cable car. Untuk naik cable car ini antriannya lumayan puanjaanng juga. Dan saat tiba giliran kami, sampai di atas ternyata menara Namsan ini sudah penuh dengan orang-orang yang berkunjung disana. Bukan hanya ramai karena wisatawan, melainkan tempat ini memang lokasi favorit warga lokal juga.

Kamipun menghabiskan waktu malem di Namsan ini, ambil foto sampai puas, melihat kerlap kerlip lampu Seoul di malam hari dari atas sini sambil nongkrong memperhatikan warga lokal maupun wisatawan yang banyak itu, Bisa naik ke menaran observatorium juga, namun kami cukup dengan melihat dari bukit Namsan saja.

Posted in Travel

Tour in The Palace [Korea Day 4-5]

Agenda hari ini adalah agenda wajib kalo berkunjung ke Seoul. I called it ‘Historical Day’. Hari ini gw akan mengunjungi salah satu istana yang bisa dijadikan kunjungan wisata di tengah kota Seoul. Jadi kalo gak salah ada 4 atau 5 gitu istana yang masih terawat dan dijadikan tempat wisata di Seoul. Gw memilih untuk pergi ke Istana Gyeongbokgung. Istana ini adalah salah satu istana terbesar di Seoul dan kalau kita pergi kesana pake pakaian tradisional korea (baca: Hanbok) maka gak perlu bayar tiket masuk lagi alias gratis.

Gw pun pas pergi kesana uda sewa hanbok lebih dulu. Di daerah sekitaran istana gyeongbuk, bukchon, anguk, banyak banget yang sewain hanbok, bisa pilih mau yang 4 jam ato 8 jam. Gw sendiri sehari sebelumnya pesen lewat klook. Jadi pas kesana tinggal tunjukin e-voucher dan bebas pilih hanbok. Tapi ternyata, karna gw pilih harga termurah dari klook, pas nyampe sana ternyata yang paling murah itu jenis hanbok polosan yang pilihannya dikit. Jadi ibaratnya yang laen pada pake hanbok cantik-cantik dan berbunga-bunga, kita mah semacam kasta terendah pas masuk istana wkwkwk. But it’s okay..cukup worth it kok setengah harian keliling istana dengan Hanbok.

Setelah 4 jam berlalu dan hanbok pun dikembalikan ke tempat sewanya, kami lanjut jalan kaki di sekitaran Samcheongdong, awalnya mau cari resto halal di daerah sana hasil searching. Namun karena setelah jalan muter gak ketemu alamatnya (udah sampe nanya pak polisi juga padahal) kami nyerah dan jalan aja di sekitaran sana. Akhirnya kami gak sadar udah nyampe ke Bukchon Hanok Village. Tempat yang kami temui pertama ternyata emang spot favorit buat foto. Tiap ada yang lewat ngantri poto disana. Kami pun berlama-lama disana nunggu sepi dan bebas untuk foto-foto. Namsan Tower pun nun jauh disana bisa dilihat dari sini.

Next day, paginya kami kembali ke daerah Gyeongbokgung untuk menyempatkan diri menyusuri depan istana untuk melihat patung Raja Sejong dan Jenderal Yi Shun Shin. Dan setelahnya kamipun pergi ke daerah Hongdae untuk melihat vibe daerah mahasiswa disana dan menonton pertunjukan seni jalanan yang memenuhi sekitaran Hongdae. Malamnya tujuan kami ke Banpo bridge untuk melihat pertunjukan air di jembatan kayak di film-film itu (lagi-lagi kprban drakor..haha) dan malam santai kami ditutup dengan pulang menuju guesthouse dengan menembus dinginnya angin malam di kota Seoul.

Posted in Travel

One Day Tour in Gapyeong [Korea Day 3]

Hari ketiga di Seoul jalan lebih pagi karena hari ini kami menuju ke arah sedikit diluar kota Seoul yaitu di daerah Gapyeong. Daerah ini sudah lama dikenal oleh wisatawan karena terkenal dengan Nami Island dan Petite France-nya. Kesanalah pula tujuan kami hari itu. Untuk menuju kesana kami menaiki subway dari Hoehyeon Station sampai ke Gapyeong Station. Setelah itu dilanjutkan dengan menaiki Gapyeong bus tour yang tersedia diluar subway station. Dengan membeli tiket bus tour ini kami bebas menaiki bis tour ini seharian untuk hopping tempat wisata di Gapyeong. Jadi misalnya kita turun di Nami Island, dan selanjutnya mau menuju Petite France bisa kembali menaiki bis ini dengan menunjukkan tiket yang udah kita beli (tentunya pastikan jadwal busnya yak biar gak ketinggalan). Kalau kami memutuskan pergi ke Petite France terlebih dahulu. Ticket entry untuk Petite France ini sehaga KRW 8,000 tapi karena gw pake potongan diskon gitu jadinya seharga KRW 6,000.

Bagi yang hobi nonton drakor pasti tau dengan tempat satu ini. Karena tempat ini sering banget dijadiin latar tempat syuting drama maupun variety show korea (yang paling gw sih inget banget Running Man waktu syuting disini hehe). Kayanya tempat ini gak pernah sepi dengan pengunjung, pas kita disana pun Petite France cukup ramai tapi masih bisa sih bebas foto-foto.

Setelah puas muterin sekomplek Petite France (yang setelah dilihat ada beberapa patung si little prince nangkring di berbagai sudut), kami melanjutkan ke Nami Island setelah ketinggalan bis pertama. Sore baru sampe disana tapi enak sih karena kita berlawanan dengan orang lain yang rata-rata pada ke Nami duluan jadi pas kami kesana udah sepi, di kapal pun penumpangnya bisa diitung dengan jari.

Di Nami Island kami juga menemukan restaurant halal jadi bisa mengisi energi untuk sisa hari itu. Berhubung kami emang tipe jalan santai yang menikmati tempat wisata jadilah kami lama jalan sambil poto-poto sengaja ambil kapal terakhir di sore itu untuk nyebrang balik. Tapi karena kita pake kapal terakhir jadinya udah kelewat untuk naik bis tour Gapyeong. Masih banyak orang yang juga tertinggal bus tour dan sudah mengantri di halte untuk antrian taxi. Awalnya kamipun ikut mengantri taksi karena gak tau bus lokal biasa adanya sampe jam berapa. Setelah cukup panjang mengantri dan hampir tiba giliran kami, tak lama ada bis lokal dateng dan kamipun memutuskan untuk naik bis biasa aja (gw emang suka mencoba berbagai alat transportasi kalo lagi jalan jadinya selain lebih murah bisa nyoba transport lokal jg)

Yah one day tour di Gapyeong hari ini ditutup dengan kembali naik subway dari Gapyeong Station ke Hoehyeon Station. Time to sleep and saving energy for tomorrow journey.

Budget Day 3
Posted in Travel

Strolling around Seoul [Korea Day 1-2]

Like a dream comes true bisa berkunjung ke Korea Selatan. Entah kenapa sejak dulu Korea Selatan sudah menjadi salah satu list negara yang pengen banget dikunjungi. Mungkin diawali mulai tau negara ini saat suka nonton drama korea pas SD dulu, abis itu mulai cari tau negara ini dan sejak itu jadi pengen banget kesini.

Tahun lalu akhirnya aku berkesempatan untuk berkunjung kesana. Entah mungkin karena dulu pernah pengen banget kesini jadi rasanya pas pertama kali menginjakkan kaki disini itu excited banget..meskipun mungkin bagi orang lain biasa aja, sekedar menginjakkan kaki di bandara yang mungkin gak jauh berbeda dengan bandara lainnya, atau sekedar melihat lingkungan sekitar yang biasa hanya dilihat melalui drakor atau variety show. Saat keluar dari subway  station dan menghirup udara segar dengan angin yang masih rada chilly itu rasanyaaaa wahh gak nyangka gw beneran bisa sampe kesini.

Hari pertama karena sampenya udah sore kami memutuskan untuk istirahat bentar dan malemnya cus langsung ke Myeongdong cari camilan makan malam. Kebetulan kami menginap di daerah Hoehyeon yang gak jauh dari Myeongdong jadi jalan kaki pun sampe. Dan foodstreet pertama kami di tengah angin malam yang dingin adalah roti telur yang masih panas atau nama koreanya Gyeran bbang. Mantap banget dah langsung jatuh cinta ama makanan ini dan sisa malam kami habiskan muterin Myeongdong survey barang-barang dan kosmetik yang nantinya mo dibeli buat diri-sendiri maupun jastip-jastip dari temen-temen di indonesia.

Esoknya kami memutuskan untuk jalan santai keliling kota melihat apapun yang menarik mulai dari pergi ke Yeouido Park sepedaan dan nongkrong di pinggiran Hangang River sambil menyari sisa-sisa sakura yang belum berguguran (Yep, gw kesana pas pertengahan musim semi saat sakura udah berguguran). Dari apa yang gw amati saat nongki-nongki di pinggir sungai Han, terlihat emang gak jauh beda kehidupan warga lokal dengan yang sering dilihat di drama-drama korea itu. Di siang hari itu pun Yeouido Park ramai dengan warga lokal seperti sekumpulan anak sekolah maupun mahasiswa yang meggelar tikarnya macem piknik dan bercanda dengan teman-temannya. Ada pula terlihat pegawai kantoran yang sekedar melepas penat di istirahat siangnya (sotoy aja siihh, karna terlihat ketiduran pules di kursi taman) dan berbagai manusia lainnya yang terlihat seperti wisatawan kayak kami ini.

Setelah puas leyeh-leyeh di taman, selanjutnya kami menuju ke tempat lain. Tujuan selanjutnya adalah untuk mengisi perut kami yang lapar untuk mencari makan di daerah Itaewon dan setelah kenyang lanjuuut ke daerah Dongdaaemun. Strolling around di area Heunginjimun Gate, Dongdaemun Market, Dongdaemun Design Plaza (DDP), sungai Cheonggyecheon dan sekitaran komplek Dongdaemun lainnya melengkapi agenda random kami hari itu, 

Exit 6 Hoehyeon Station
Amunisi dari Bandara Incheon 🙂
Glimpse of Namsam Tower from Hoehyeon area
Budget Day 1-2
Posted in Travel

Last Day in Sumba and Budget [Day 4-5]

Hari ke-4. Sumba memang memiliki banyak destinasi yang sangat menarik untuk dikujungi namun karena waktu kita terbatas, maka kita memilih tempat-tempat yang menjadi prioritas kami. Seperti di hari keempat ini, setelah melalui proses galau semalam menentukan tempat tujuan akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Air Terjun Tanggedu. Tujuan kami hari ini memang untuk main air di Air Terjun, namun kami sempat bimbang dan ragu untuk menentukan pilihan ke Tanggedu atau Waimarang, karena arahnya yang berbeda sehingga kita tidak mungkin untuk mengunjungi keduanya.

Searah dengan perjalanan ke Tanggedu kita bisa berhenti dulu di Puru Kambera. Kalau kalian pernah melihat foto-foto cantik Savana Puru Kambera dan ingin mengunjunginya pergilah saat musim kemarau. Karena kami kesana saat bulan Desember, kami tidak menemukan pemandangan Savana yang Eksotis seperti yang diceritakan orang-orang melainkan hanya padang rumput kosong belaka..krik..krikk..

Rute perjalanan menuju air terjun tanggedu cukup mengocok perut, hanya beberapa bagian jalan yang sudah teraspal, selebihnya masih jalan yang rusak sehingga waktu tempuh pun semakin lama. Sampai di tempat parikiran mobil, kamu harus melanjutkan trekking dengan berjalan kaki kurang lebih45 menit (Oya untuk trekking ini diwajibkan pake guide warga lokal Tanggedu ya). Namun pemandangan di sepanjang perjalanan sangatlah indah sehingga waktu berjalan pun tidak terasa lama. Sampai di air terjun, sudah banyak orang disana. Kami pun mencari spot untuk leyeh-leyeh dan melihat lihat di sepanjang air terjun, karena di Tanggedu ini terdapat beberapa spot yang bisa dinikmati. Namun melihat kondisi sekitar, lagi-lagi kami memutuskan untuk gak nyemplung dan hanya menikmati dari atas saja. Saat kami datang airnya pun tidak terlalu jernih, namun masih cukup hijau dan cukup deras.

Karena tujuan kami hari ini hanya ke air terjun dan perjalanan saja dari kota waingapu ke wilayah tanggedu ini memakan waktu sekitar 1,5-2 jam, kami memutuskan untuk berlama-lama saja disini sampai siang menjelang sore kami balik menuju tempat parkir mobil. Kami disambut ramah oleh warga sekitar yang bercerita tentang kehidupan disana, tak lupa kami pun membeli kelapa muda yang mereka jual dan masih fresh banget. Kita pesen lagi, maka seorang bocah akan langsung berlari ke pohon kelapa, manjat dan tak lama kelapa muda asli yang baru dipetik pun datang.

Sorenya kami kembali mengunjungi bukit-bukit di sekitar Waingapu dan sekedar menghabiskan waktu makan dan berjalan disekitar hotel untuk sedikit melepas lelah. Inilah yang membuatku lebih suka bepergian sendiri daripada harus mengikuti tour karena bisa bebas mengatur waktu santai tanpa harus diburu-buru menuju tempat wisata.

Esoknya kami sudah harus pergi meninggalkan tanah Sumba ini. Kembali ke kota masing-masing dan pekerjaan masing-masing (liburan telah usai..back to real life). Sebelum ke bandara kami masih menyempatkan diri untuk pergi ke Bukit Persaudaraan. Bukit ini terletak tak jauh dari Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Sumba Timur tempat kami akan lepas landas menuju Pulau Jawa kembali. Pemandangan di bukit ini bisa dibilang cukup memanjakan mata dengan view persawahan cantik yang membentang dibawah. Kalau beruntung bisa juga melihat pesawat yang terbang mendekat dan akan mendarat di Bandara Waingapu. Walaupun kami pergi kesana saat tengah hari dimana matahari sedang panas-panasnya namun terbayar dengan pemandangan yang indah sambil berpikir perjalanan 5 hari ini adalah perjalanan yang sungguh indah dan walaupun tanpa menyusun itinerary yang matang sebelum berangkat namun kami diberi kemudahan dalam perjalanan ini (termasuk menemukan bapak driver yang kami sewa dari Sumba Barat sampai Sumba Timur selama 4 hari ini). Tak lupa ku-bersyukur diberikan kesempatan untuk mengunjungi salah satu Pulau di Indonesia Timur yang cantik ini.

View dari atas Bukit Persaudaraan

Berikut adalah budget yang kami keluarkan selama 5 hari di Sumba (exclude tiket pesawat karena harganya yang variatif dan kebetulan sekali kami pergi kesana saat tiket pesawat baru naiknya gila-gilaan jadi mending gak usah disebut harga tiket pesawat yang kukeluarkan daripada diinget bikin sakit hati haha)

Perhitungan diatas perjalanan untuk 4 orang
Posted in Travel

Sumba Tengah dan Sumba Timur [Day 3]

Another day is coming an another experience await us..

Hari ke-3 di Sumba adalah saatnya kita mulai perjalanan menuju Sumba Timur, setelah 2 malam menginap di Sumba Barat, selanjutnya kita akan menginap 2 malam lagi di Sumba Timur. Dalam perjalanan ke Sumba Timur kita akan mengunjungi beberapa tempat di Sumba Tengah.

First destination kita, yang direkomen ama bapak driver adalah kita mampir sebentar di Waikelo Sawah, yang masih terletak di Sumba Barat Daya. Waikelo Swah adalah bendungan air yang dibangun untuk irigasi sawah di sekitar. Cukup menarik juga sih, meski yang dilihat hanya bendungan air semata, namun history bendungan yang telah dibangun sejak jaman dulu ini dan peranannya dalam lingkungan sekitar membuatnya cukup worth it untuk dikunjungi bentuknya juga cukup unik seperti kolam di tengah goa dengan air yang masih super duper jernihnya.

Waikelo sawah
Waikelo sawah

Selanjutnya kami menuju tujuan utama kami di Sumba Tengah yaitu Kampung Adat Prai Ijing. Kampung adat ini merupakan salah satu kampung adat yang biasa menjadi tempat wisata. Semoga kampung ini tetap terpelihara dengan baik, setelah sebelumnya di perjalanan kami ditunjukkan oleh bapak driver salah satu kampung adat yang masih dalam tahap revitalisasi setelah habis terbakar beberapa tahun yang lalu. Di Kampung Prai Ijing ini kita dapat melihat kehidupan masyarakat asli Sumba dengan kegiatan sehari-hari mereka.

Kampung adat Prai Ijing

Setelah puas di Prai Ijing, kami melanjutkan perjalanan ke Sumba Timur. Setelah mampir sebentar untuk rehat dan makan siang di perjalanan dan akhirnya kami sampai juga ke salah satu bukit yang terkenal di Sumba. Yap, gak lain gak bukan Bukit Warinding! View bukit ini yang sering nongol di feed social media setiap berkunjung di Sumba pasti kesini dengan pose pake kain Tenun Sumba itu lho..Lagi-lagi kami merasa beruntung karena hanya ada kami siang itu disana.. Sepi puoolll jadi kami bebas mau ngapain aja, tak lama setelah itu ada wisatawan yang datang namun jumlahnya tak banyak jadi kamipun bebas berkekspresi, bebas nongkrong, bebas foto deelel. Hal lain yang telihat adalah anak-anak kecil yang terlihat happy dan menyenangkan, jauh berbeda dengan anak yang kutemui di Sumba Barat Daya kemarin.

Bukit Warinding

Sorenya, setelah check in di hotel, lanjut lagi kami menuju arah Pantai Walakiri. Menunggu sunset di Pantai Walakiri adalah hal yang wajib. Pantai ini adalah tipikal pantai wisata yang disekitarnya kita bisa menemukan warung-warung yang berjualan makanan dan es degan. Maka menu wajib kami sore itu adalah Indomie Goreng dan Es Degan..kenyang tiduran bentar menunggu sunset. Menjelang sunset ternyata sudah banyak orang yang berjalan menuju ke tanaman mangrove. Pantai ini memang dikenal dengan view sunset yang cantik dan eksotis dengan siluet tanaman mangrovenya. Seperti foto dibawah ini cukup cantik bukan!

Sunset di Pantai Walakiri